Sabtu, 15 November 2014

Antasida

Antasid adalah zat yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung.
Antasid digunakan untuk membantu menyembuhkan gangguan pencernaan yaitu maag. Maag bisa disebakan jika makan terlalu banyak atau jika makan terlalu cepat. Seseorang yang menderita maag, cairan dalam lambungnya akan menjadi lebih asam.
Reaksi yang terjadi disebut netralisasi. Hal ini karena tablet adalah basa dan cairan dalam perut yang asam.
Cara kerja
Antasida secara langsung akan menetralisir keasaman, peningkatan pH, atau secara reversibel mengurangi atau menghalangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi keasaman di perut.
Rasa pedih terasa ketika asam klorida lambung mencapai saraf di mukosa saluran cerna. Lalu saraf tersebut mengirim sinyal rasa sakit ke sistem saraf pusat. Hal ini terjadi pada bagian saraf yang terkena asam.
Indikasi
Antasida yang diminum untuk meredakan sakit maag, gejala utama penyakit gastroesophageal refluks, ataupun gangguan asam pencernaan. Pengobatan dengan antasida dan hanya ditujukan untuk gejala ringan saja. Pengobatan ulkus akibat keasaman yang berlebihan mungkin memerlukan antagonis reseptor H2 atau pompa proton untuk menghambat asam, dan mengurangi H. pylori.
Efek samping
Efek samping yang terjadi ada seseorang bisa bervariasi. Efek samping yang umumnya terjadi adalah sembelit, diare, dan kentut terus-menerus.
Penggunaan berlebihan dari antacid dapat menyebabkan acid rebound, yaitu peningkatan produksi asam lambung, sehingga memperparah sakit maag.
Berkurangnya keasaman perut dapat menyebabkan mengurangi kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi tertentu, seperti zat besi dan vitamin B. Kadar pH yang rendah di perut biasanya membunuh bakteri yang tertelan, tetapi antasida meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena kadar pHnya naik. Hal ini juga bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan biologis dari beberapa obat. Misalnya, ketersediaan hayati ketokonazol (antijamur) berkurang pada pH lambung yang tinggi (kandungan asam rendah).
Peningkatan pH dapat mengubah kemampuan biologis obat lain, seperti tetrasiklin dan amfetamin. Ekskresi obat-obatan tertentu juga dapat terpengaruh. Perpaduan tetracycline dengan aluminium hidroksida dapat menyebabkan mual, muntah, dan ekskresi fosfat, sehingga kekurangan fosfat.


Merek antasid

Rabu, 05 November 2014

polusi udara dari pembakaran bahn bakar fosil

Polusi Udara dari Penggunaan Bahan Bakar Fosil
ABSTRAK
Polusi udara adalah suatu pencemaran zat – zat kimia yang ada di udara. Polusi udara salah satunya dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti bensin, solar, batu bara, dan lain – lain. Jenis zat yang dihasilkannya adalah salah satunya yaitu karbon monoksida (CO). karbon monoksida ini biasanya banyak di hasilkan dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu bensin dan solar sebagai sumber energinya, begitu pula dengan pabrik – pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil tersebut. Seperti yang kita ketahui di Indonesia ini banyaknya penggunaan kendaraan bermotor dan makin banyaknya pabrik – pabrik  yang ada di Indonesia. Dampak yang di timbulkannya pun akan semakin berbahaya. Zat – zat yang dihasilkannya pun bermacam – macam, seperti karbon monoksida (CO). Zat tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia. Penulisan ini bertujuan untuk mrngetahui bahaya dari zat karbon monoksida (CO) tersebut dan juga dampak yang dapat ditimbulkannya dari polusi udara yang di hasilkan oleh bahan bakar fosil tersebut.

BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Polusi udara di beberapa kota besar di Indonesia telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit asma dan kanker paru-paru. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dll. Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu diwaspadai, tetapi organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius.Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan,serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Semuanya di emisikan oleh kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal.

b.      Rumusan Masalah
1.      Apa yang menyebabkan terjadinya polusi udara ?
2.      Apa macam – macam polusi udara yang di hasilkan dari bahan bakar fosil ?
3.      Apa pengaruh dari polusi udara terhadap kesehatan manusia ?
4.      Bagaimana cara untuk menanggulangi polusi udara ?
c.       Tujuan penulisan
1.      Mengetahui sumber pencemaran polusi udara
2.      Macam – macam polusi udara dari bahan bakar fosil
3.      Mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan dari polusi udara
4.      Mengetahui cara menanggulangi polusi udara

BAB II
A.    LANDASAN TEORI
Polusi merupakan masuknya mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain dalam lingkungan yang menyebabakan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia. Polusi berarti masuknya bahan pencemar (polutan) sebagai akibat dari kegiatan manisia atau proses alam yang ditemukan ditempat, saat, dan jumlah yang tidak selayaknya. Polusi dapat kita jumpai, misalnya di tanah, air, udara, bahkan suara bising dari motor, mesin dll. Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

B.     DATA dan HASIL
1.      PENYEBAB POLUSI UDARA
Pencemaran udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer. Beberapa kegiatan manusia yang dapat menimbulkan polusi udara adalah: Transportasi, Industri, Pembangkit listrik, Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar), Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC). Sumber alami seperti : Gunung berapi, Rawa-rawa, Kebakaran hutan, Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi. Sumber-sumber lain seperti : Transportasi, Kebocoran tangki, Timbulan gas metana dari lahan uruk/tempat pembuangan akhir sampah dan Uap pelarut organik.

2.      Jenis – jenis polusi polusi udara dari bahan bakar fosil
a.       Senyawa belerang berasal dari pembakaran batu bara
b.      Partikulat berasal dari pembakaran serat asbes, bijih besi, dan asbes yang hancur biasanya berbentuk asap
c.       Karbon monoksida berasal dari pembakaran bahan bakar dan hutan serta asap kendaraan bermotor.
d.      Klorofuoso karbon (CFC) berasal dari kebocoran gas lemari pendingin, bahan pelarut dan pengembang plastik busa.
e.       Nitrogen oksida berasal dari proses pembakaran dan pembentukan asap kabut fito kimia.
f.       Hydrogen karbon berasal mesin mobil dan penyedot udara.Pengoksida berasal dari nitrogen oksida dan hidrokarbon dari mobil, contoh pengoksida adalah pereaksi asetit nitrat.

3.      Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan manusia
Zat yang tercemar ke udara akan dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan. Partikulat yang berukuran besar dapat tertahan di saluran pernafasan bagian atas, sedangkan partikulat kecil dan gas dapat mencapai paru – paru. Dari paru-paru, zat tersebut akan diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 triliun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 triliun rupiah di tahun 2015. Dalam analisis peneliti selama 12 tahun, ditarik kesimpulan bahwa pengaruh jangka pendek dari meningkatnya polusi, yaitu meningkatkan gejala asma dan kemampuan fungsi paru-paru. Analisis didasarkan dari perolehan data yang dihimpun National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Inner-City Asthma Study (ICAS) menguji 861 anak anak berusia 5-12 tahun dan mengalami asma.

4.      Cara menanggulangi polusi udara
a.       Menanam dan merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita.
b.      Gunakan kendaraan bermotor Anda, mobil ataupun motor, seefisien mungkin.
c.       Gunakan transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi Anda di rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu mengurangi jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke angkasa.
d.      Ikutlah komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah lingkungan seperti sepeda akan sangat membantu untuk mengurangi polusi udara di kota, terlebih dengan bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini bagus untuk jantung.
e.       Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Jika menggunakan mobil atau motor, sebaiknya selalu lakukan pengecekan supaya mesin kendaraan bagus dan mengurangi polusi udara dengan memastikan emisi pembuangan di kendaraan Anda baik.
f.       Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.
g.      Lakukan gerakan menanam pohon dengan baik di lingkungan pinggir jalan yang berkoordinasi dengan dinas tata kota atau Anda bisa melakukan sebuah acara khusus untuk mewujudkan gerakan cinta kepada lingkungan.

BAB III
PEMBAHASAN
Pada penulisan ini menjelaskan sedikit mengenai polusi udara, pengertiannya, jenis – jenisnya, serta dampak yang di hasilkan bagi kesehatan manusia. Dengan bertambanya kebutuhan akan transportasi serta lapangan pekerjaan seperti pabrik – pabrik, yang mana akan bertambahnya pula penggunaan bahan bakar fosil. Dengan bertambahnya penggunaan bahan bakar fosil tersebut, maka dampak yang di timbulkan akan semakin bertambahnya pencemaran zat – zat yang tidak baik untuk kesehatan manusia. Yang mana zat – zat tersebut dapat merusak tubuh manusia.  Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di dunia, dikenal 6 jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), yaitu Karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen (NOx), partikulat, hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon. Di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun  terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta.  Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas. Oleh karena itu haruslah berusaha menekan ataupun mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan juga menanam tumbuhan - tumbuhan ataupun pohon – pohon guna untuk mengurangi polusi udara yg dihasilkan dari bahan bakar fosil tersebut.
Kesimpulan

Polusi udara salah satunya dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti bensin, solar, batu bara, dan lain – lain. Jenis zat yang dihasilkannya adalah salah satunya yaitu karbon monoksida (CO). karbon monoksida ini biasanya banyak di hasilkan dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu bensin dan solar sebagai sumber energinya, begitu pula dengan pabrik – pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil tersebut. Seperti yang telah di jelaskan tadi, Oleh karena itu haruslah berusaha menekan ataupun mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan juga menanam tumbuhan - tumbuhan ataupun pohon – pohon guna untuk mengurangi polusi udara yg dihasilkan dari bahan bakar fosil tersebut

Selasa, 04 November 2014

distribusi perbekalan farmasi


 








BAB I

DISTRIBUSI PERBEKALAN FARMASI


A.         Pemasaran

Pengertian pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Berhasil atau tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian mereka dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun dalam bidang yang lain.

Selain itu juga tergantung pada “kemampuan” mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi sebagai suatu sistem dalam suatu lingkungan yang dibatasi oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri.

Pada umumnya dalam pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Namun demikian pemasaran juga dilakukan untuk mengembangkan, mempromosikan, mendistribusikan dan menetapkan harga. Jadi tugas manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

          Batasan pemasaran menurut W.J.  Stanton sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhanm, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
         

          Batasan yang lebih sederhana dikemukakan oleh Soffian Assuri MBA sebagai berikut : Pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

Konsep pemasaran
Pada masa silam perusahaan lebih menitik beratkan pada penjualan dengan ongkos produksi seminimal mungkin dengan promosi yang gencar dalam memperoleh laba yang maksimal. Pada kenyataannya hasilnya tidak memuaskan, karena barang dan jasa yang ditawarkan bukan yang diminati dan bukan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Dengan berpijak pada kebutuhan dan keinginan / kepuasan konsumen, perusahaan akan mengalihkan konsep penjualan ke konsep pemasaran yang berorientasi kepada pasar/pelanggan. Perusahaan yang berorientasi kepada pasar/pembeli harus memadukan keputusan - keputusan pemasarannya dengan fungsi-fungsi perusahaan yang lain. Sebelum mengadakan pengembangan barang dan jasa, riset perlu dilakukan lebih dahulu, juga mengenal dana yang harus disediakan oleh perusahaan.

Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang keberhasilan bisnis yang dilakukan.  Sebagai falsafah bisnis. konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tiga elemen/unsur pokok yaitu :
1.    orientasi pada konsumen
2.    volume penjualan yang menguntungkan
3.    kordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan


          Pada dasarnya perusahaan yang ingin mempraktekkan oriental konsumen harus :
1.    menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi /  dipuaskan.
2.    memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran penjualannya.
3.    menentukan produk dan program pemasarannya.
4.    mengadakan riset kepada konsumen untuk mengukur menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.
5.    menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik apakah menitik beratkan pada mutu, harga atau model yang penarik.

Dalam pemasaran sebenarnya terdapat juga penyesuaian dan kordinasi antara produk, harga, saluran distribusi dan promosi untuk menciptakan hubungan dan pertukaran yang kuat dengan langganan. Jadi harga harus sesuai kualitas produk, saluran distribusi harus sesuai dengan harga dan kualitas produk dan promosi harus sesuai dengan saluran harga dan kualitas produk.  Secara definite konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan konsumen merupakan sarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Sekarang konsep pemasaran sudah mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan masyarakat/manusia dan teknologi. Bila perusahaan ingin maju terus dan berkembang harus menanggapi cara-cara atau kebiasaan dalam masyarakatnya. Faktor-faktor external seperti ekologi, politik, hukum, ekonomi dan sebagainya dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.  Faktor ketidakpuasan konsumen karena tidak terpenuhinya harapan mereka .


Dasar-dasar pemikiran konsep pemasaran
Konsep pemasaran pada dasarnya adalah falsafah manajemen yang merupakan mutu landasan yang dipakai pimpinan perusahaan untuk mensukseskan usahanya. Perusahaan membuat barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen sehingga konsumen merasa puas. Dari kepuasan inilah perusahaan mendapat keuntungan. Sehingga langkah pertama yang mendasari konsep ini adalah penentuan-penentuan kebutuhan potensial dan aktual dari konsumen.

Pada prinsipnya ada beberapa dasar pemikiran yang digunakan dalam konsep pemasaran yaitu :
1.    Para konsumen dapat dikelompokkan menjadi beberapa segmen yang berbeda tergantung pada kebutuhan dan keinginan mereka.
2.    Konsumen pada salah satu segmen pasar yang manapun akan memilih penawaran dari perusahaan yang dianggap paling mampu memberikan kepuasan atas kebutuhana dan keinginan.
3.    Tujuan organinasi perusahaan adalah melakukan riset dan menentukan pasar yangmenjadi sasaran serta mengembang-kan penawaran dan program pemasaran secara efektif sebagai kunci untuk menarik pembeli dan mempertahankan langganan.



Tujuan konsep pemasaran
Tujuan penggunaan konsep pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan. karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar yang cenderung berkembang.

Fungsi-fungsi pemasaran
Tujuan dari pada marketting / pemasaran ialah mengarahkan barang dan jasa ke tangan konsumen. Untuk ini diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu. Berbagai jenis kegiatan dan proses yang diperlukan karena spesialisasinya didalam marketing itu disebut fungsi-fungsi marketing.

Fungsi-fungsi marketing dapat digolongkan 3 bidang kegiatan yaitu
1.  Bidang-bidang transaksi atau transfer yang meliputi :
§   Pembelian (buying)
§   Penjualan  (selling)
     2. Bidang kegiatan suplai fisik yang meliputi:
§   Pengangkutan (transportasi)
§   Pergudangan  (storage / penyimpanan)
3.  Bidang kegiatan penunjang untuk memperlancar arus kegiatan transaksi dan arus barang  yang meliputi :
§   Penjajaan (merchandising)
§   Standardising dan grading
§   Pembelanjaan (financing)
§   Penanggungan risiko (risk taking)
§   Informasi pasar (market information atau komunikasi)

Selanjutnya akan diuraikan satu persatu sebagai berikut :
1.     Fungsi pembelian
Kegiatan yang termasuk fungsi pembelian dalam pemasaran terdiri dari berbagai kegiatan yang berbeda-beda tetapi saling berhubungan yang dijalankan oleh pedagang besar dan pengecer. Kegiatan ini meliputi penyusunan implementasi dari kebijaksanaan -kebijaksanaan dan prosedur-prosedur penentuan kebutuhan dan keinginan tersedianya barang, negosiasi harga saat pengiriman dan hal-hal lain yang menyangkut pemindahan hak atau transaksi.

Fungsi pembelian (menurut Royburn D. Toisley / Eugene clarkphd/Fred e.clark Phd) dalam bukunya Principle of Management adalah sebagai berikut :
§  Perencanaan dan penentuan produk yang akan dibelinya beserta spesifikasi, kwalitet dan kwantitasnya dan sebagainya.
§  Meliputi usaha mencari sumber-sumber dimana produk dapat dibeli atau diperoleh.
§  Melaksanakan perundingan dan syarat-syarat tertentu seperti kwalitas, model
§  Persediaan benda-benda harus dikumpulkan dan dirakit untuk dipergunakan dalam bidang produksi atau perniagaan oleh para para produsen, para pedagang besar, pedagang eceran atau untuk konsumen pribadi.
§  Perjanjian dibuat dan transfer hak milik terjadi

2.     Fungsi penjualan
          Dalam hal penjualan, sipenjual harus menentukan kebijaksanaan dan prosedur yang akan diikutinya untuk memungkinkan dilaksakannya rencana penjualan yang telah ditetapkannya.
Ada beberapa fungsi penjualan antara lain:
§  penjualan dan pengembangAn produk
§  mencari kontak
§  menciptakan permintaan melalui personal selling
§  mengadakan perundingan.
§  fungsi kontak (mencakup persetujuan akhir untuk melaksanakan penjualan dan transfer hak milik )

3.     Fungsi pengangkutan
Pelaksanaan fungsi pengangkutan mempunyai sasaran untuk dapat memindahkan barang ke tempat tujuan yang diharapkan tepat dalam jumlah Waktu dan mutu (keamanan dan kerusakan) dengan biaya seminimal mungkin.

Pemilihan peralatan pengangkutan baik milik sendiri maupun disewa dapat dipilih dari berbagai alternatif sesuai dengan situasi dan kondisi, efektifitas dan efisiensinya. Berbagai alat pengangkutan antara lain : kereta api, truk, kapal laut, kapal udara dan sebagainya..

4.     Fungsi pergudangan.
Fungsi pergudangan melakukan kegiatan penyimpanan barang sejak selesai diproduksi atau dibeli sampai saat dipakai atau dijual di masa mendatang.

Pergudangan menciptakan kegunaan waktu (time utility) dan dapat terjadi dimanapun juga sepanjang arus antara produsen dan konsumen.

Dalam pemasaran fungsi pergudangan diperlukan karena beberapa faktor antara lain :
§  Antara waktu memproduksi dan waktu konsumsi sering berbeda, dikonsumsi setiap waktu tetapi dipanen pada musim tertentu.
§  Untuk menghindari kerusakan karena suhu (diperlukan alat pendingin)
§  Untuk menjaga kelancaran penjualan dan kontinuitas produksi
§  Untuk menghemat biaya karena membeli dalam jumlah besar mendapat rabat tertentu.
§  Untuk tujuan spekulasi

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan fungsi pergudangan. antara 1ain :
§  fasilitas pergudangan yang cukup memadai
§  keamanan dan asuransi
§  jumlah dana yang dibutuhkan

5.     Fungsi penjajaan  (merchandising )
Adanya usaha untuk menawarkan produk kepada pembeli dilakukan dengan menjajakan atau mendagangkan barang.   Penjajaan dilakukan dengan menampilkan produk itu baik dalam mengenalkan dan mempertunjukkan, juga dengan mendemonstra -sikan dan menjelaskan identifikasi serta ciri-ciri produk tersebut.

6.     Fungsi standardisasi dan grading
Standar terdiri dari suatu daftar pengkhususan mutu atau grade yang harus dipenuhi oleh suatu barang tertentu. Grading adalah suatu tindakan memisahkan atau memeriksa barang-barang  menurut pengkhususan yang telah ditetapkan untak menentukan gradenya (atau tingkat mutunya). Fungsi standardisasi dan grading merupakan fungsi penunjang bagi keberhasilan atau kelancaran terjadinya transaksi yang telah menyebabkan perpindahan hak dan perpindaban fisik barang.




7.     Pembelanjaan ( Financing )
Fungsi perbelanjaan dari pemasaran ini tidak mencakup transaksi yang terdapat dalam produksi. Fungsi pembelanjaan mencakup pengelolaan sumber dana dan pengalokasian dana, termasuk pengaturan syarat pembayaran dan kredit yang dibutuhkan dalam rangka mengeluarkan barang atau produk dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai industri.
Kegiatan penyediaan dana yang diperlukan oleh produsen, perantara maupun konsumen untuk kepentingan proses marketing itu disebut fungsi financing.

8.     Penanggungan risiko (risk taking)
Resiko yang berkaitan dengan pemasaran mencakup penurunan mutu, kehilangan, kecurian, tidak berlaku lagi, perpanjangan kredit dan perubahan penawaran atau permintaan yang semua itu mempunyai dampak terhadap haknya. Agar risiko itu dapat dihindarkan atau di perkecil, maka terjadilah pengambilan risiko yang dilakukan oleh lembaga, misalnya perusahaan asuransi.

9.     Informasi pasar ( market information )
Informasi diperlukan sebagai data fakta yang dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan pemasaran. Informasi pasar meliputi informasi tentang produk, harga, sistem promosi dan saluran distribusi yang digunakan oleh saingan serta tanggapan konsumen ataupun tanggapan serta selera konsumen terhadap produk serta produk yang kita salurkan. Informasi pasar dapat di peroleh berbagai sumber, seperti  bursa, berita harian, publikasi pemerintah, observasi dan studi pasar dan sebagainya.



B.    Saluran Distribusi

Pengertian saluran distribusi
Banyak perusahaan tidak dapat mencapai sasaran penjualan karena tidak tepatnya saluran distribusi yang dipilihnya. Oleh karena itu dalam memilih diperlukan pertimbangan yang masak. Saluran yang digunakan harus merupakan alat yang efisien untuk mencapai sasaran.
Prosedur menentukan saluran distribusi pada umumnya sebagai berikut :
1.  menganalisa produk yang akan disalurkan sesuai dengan sifat barang dan gunanya
2.  menentukan sifat produk dan luasnya pasar
3.  meninjau saluran yang ada yang mungkin dapat digunakan
4.  mengevaluasi saluran dari segi kemampuan menjual, biaya dan laba yang wajar.
5.  melakukan riset pasar untuk mengetahui pendapat pembeli dan perantara mengenai saluran distribusi yang digunakan perusahaan lain.
6.  menentukan sifat dan luasnya pasar kerja sama antara perusahaan dengan para penyalur yang akan digunakan.
7.  menentukan bantuan apa yang diberikan kepada para penyalur.
8.  menilai secara berkesinambungan terhadap saluran distribusi sesuai dengan perkembangan pasar.
         
         
          Definisi saluran distribusi menurut David A.Ravzon : saluran merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang dari produsen ke perantara akhirnya sampai pada pemakai. Batasan tersebut sangat sempit karena membatasi lembaga-lembaga yang ada cenderung menggambarkan pemindahan barang atau kombinasi antara barang dan jasa.

         
Batasan yang dikembangkan oleh The American marketing association adalah sebagai berikut :  saluran merupakan suatu struktur unit organisasi dalam perusahaan yang terdiri atas agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, melalui mana sebuah komoditi, produk atau jasa dipasarkan.

Keuntungan penggunaan perantara
Keuntungan penggunaan perantara antara lain :
1.    mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi mencapai konsumen .
2.    perantara dapat membantu dibidang pengangkutan dengan menyediakan alat transpot. sehingga produsen tidak menyediakan.
3.    perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan reparasi.
4.    perantara dapat membantu dibidang penyimpanan dengan fadilitas penyimpanan, seperti gudang atau fasilitas penyimpanan yang lain sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat memenuhi
5.    perantara dapat membantu dibidang keuangan dengan menyediakan dana
6.    perantara dapat membantu bidang yang lain, membantu dalam :
§  pencarian konsumen
§  kegiatan promosi
§  penyediaan inf ormasi
§  pengepakan dan pembungkusan
§  penyortiran dan penentuan mutu

Menentukan banyaknya penyalur
Setelah menentukan saluran distribusi yang dipakai, selanjutnya menentukan jumlah perantara untuk di tempatkan sebagai pedagang besar atau pengecer.



Dalam hal ini produsen mempunyai tiga  alternatif, yaitu :

1.            Distribusi intensif.
          Perusahaan menggunakan penyalur tertama pengecer sebanyak-banyaknya, untuk mendekati dan mencapai konsumen, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhah konsumen.

2.            Distribusi selektif
          Perusahaan menggunakan pedagang/pengecer yang terbatas dalam suatu daerah geografi tujuannya untuk meniadakan pengecer / penyalur yang tidak menguntungkan. Biasanya distribusi selektif untuk barang baru dan barang shoping.

3.            Distribusi exklusif
          Perusahaan hanya menggunakan satu pengecer dalam daerah pasar tertentu, dengan tujuan agar produsen lebih mudah dalam melakukan pengawasan pada tingkat harga eceran dan kerja sama dengan penyalur terutama di bidang periklanan.  Barang -barang yang didistribusikan exklusif barang-barang special antara lain  instlasi dan konstruksi bangunan.






Secara umum terdapat beberapa cara penyaluran 8 dalam garis besarnya sebagai berikut :
1
Produsen






Kosumen

2
Produsen




Pengecer
Kosumen

3
Produsen


Pedagang Besar
Pengecer
Kosumen

4
Produsen


Pedagang Besar


Kosumen

5
Produsen
Agen

Pedagang Besar
Pengecer

Kosumen

6
Produsen
Agen


Pengecer
Kosumen

7
Produsen
Agen




Kosumen

8
Produsen






Industri

Suatu perusahaan didalam distribusinya dapat menggunakan sa1ah satu atau lebih cara penyalurannya. Bagi suatu perusahaan yang baru saja berdiri memilih saluran distribusi adalah pekerjaan yang tidak mudah karena merupakan tahap pertama kalinya memasuki pasar.  Sedangkan bagi perusahaan yang sudah berjalan dengan saluran-saluran distribusi tertentu, masih harus tetap waspada dan mengawasi aparat-aparat distribusi yang sudah berjalan dengan seksama agar tidak menghambat suksesnya usaha pemasaran untuk mencapai tujuan.

Untuk produk yang cepat rusak, harus cepat sampai ketangan konsumen karena itu sebaiknya menggunakan saluran distribusi langsung atau saluran distribusi pendek. Begitu pula terhadap barang industri dengan peralatan yang nilainya sangat mahal, maka digunakan pula saluran distribusi langsung atau saluran pendek.

Sebaliknya terhadap produksi barang-barang kebutuhan pokok yang tahan lama seperti gula dan  kopi biasanya menggunakan saluran distribusi panjang .


C . Bentuk-bentuk atau sistem saluran distribusi perbekalan farmasi

Bentuk / sistem saluran distribisi perbekalan farmasi adalah sesuai kebijaksanaan/ peraturan farmasi seperti yang tercantum dalam undang-undang kesehatan. Yang dimaksud dengan perbekalan farmasi menurut undang-undang kesehatan adalah perbekalan farmasi yang meliputi :
1.  Obat
2.  Bahan baku obat
3.  Obat tradisional dan bahan obat traditional (obat asli Indonesia) dan (bahan obat asli Indonesia)
4.  Alat-alat kesehatan
5.  Kosmetika sedangkan obat terdiri dari 4 golongan yaitu :
§  Obat narkotik
§  Obat daftar G dan obat keras tertentu (OKT) psikotropika
§  Obat daftar W
§  Obat daftar bebas

1.            Bentuk saluran distributi untuk obat narkotik
Secara umum bentuk saluran distribusi obat narkotik dapat digunakan saluran sebagai berikut :
          Produsen → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen

          Secara khusus pemerintah mengatur penyaluran obat narkotik hanya boleh di produksi dan disalurkan oleh pedagang besar              PT. Kimia Farma, dengan tujuan agar obat tersebut dapat terkendali dengan ketat sehingga tidak membahayakan masyarakat banyak.
Gambaran secara khusus bentuk saluran distribusi obat narkotik adalah sebagai berikut :
Pabrik farmasi PT Kimia Farma → Pedagang farmasi PT Kimia Farma → Apotik  → Pasien / sebagai konsumen.

2.     Bentuk saluran distribusi obat daftar G (baik bentuk obat atau baku obat dalam substansi)
Secara umum bentuk saluran distribusi obat daftar G dapat ditempuh salah satu dari bentuk saluran distribusi yang ada.
§  Produsen → Pedagang besar → Pengecer → konsumen
§  Produsen → Agen → Pedagang besar → Pengecer               → konsumen

Secara khusus bentuk saluran distribusi obat daftar G ialah  :


A
Industri Farmasi
Pedagang Besar Farmasi
Apotik
Pasien


B

Industri Farmasi
Pedagang Farmasi
sbg  agen farmasi lain

Pedagang Besar

Apotik

Pasien

3.     Bentuk saluran distribusi obat daftar W
Secara umum bentuk saluran distribusi obat daftar W adalah :
§  Produsen  →  Pedagang besar  →  Pengecer  → kosumen
§  Produsen  →  Agen  →  Pedagang besar  → Pengecer
Secara khusus bentuk saluran distribusi obat daftar W adalah sebagai berikut         :




Agen
Apotik
Pasien
a
Industri Farmasi








PBF
Toko obat berizin
Pasien






Agen

Pedagang
Apotik
Pasien
b
Industri Farmasi











PBF

PBF lainnya
Toko obat berizin

Pasien

4.     Bentuk saluran distribusi daftar obat bebas
Secara umum bentuk saluran distribusi obat bebas sbb. :
§  Produsen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen
§  Produsen → Agen → Pedagang besar → Pengecer                    → Konsumen
Secara khusus distribusi daftar obat bebas adalah sebagai berikut :



Industri Farmasi
PBF
Apotik
Pasien











Toko obat berizin
Pasien












Warung obat
Pasien


5.     Bentuk saluran distribusi obat tradisional
Bentuk penyaluran obat traditional antara lain :
     Industri obat traditional → Agen → Pengecer →  konsumen

6.     Bentuk saluran distribusi alat kesehatan
Bentuk penyaluran  alat kesehatan antara lain :
          Industri Alkes → Agen PBF → PBF → Apotik → Konsumen


D. Macam – macam unit produksi dan distribusi perbekalan farmasi

1.     Macam unit  produksi perbekalan farmasi
a.    Industri farmasi:
§  penghasil obat paten dan generik
§  penghasil bahan baku obat
b.    Industri kosmetik
c.    Industri obat traditional

2.     Macam unit distribusi perbekalan farmasi :
a.    Pedagang besar farmasi sebagai agen
b.    Pedagang besar farmasi
c.    Apotik
d.   Toko obat berijin










DAFTAR PUSTAKA


Kotler, P. 2003.Marketing Management, 11th Ed. Upper Saddle River.
Prentice Hall. New Jersey.

Ma'ruf Hendri.2006.PEMASARAN RITEL.GramediaPustakaUtama. Jakarta.

Swastha, Basu.1998.ManajemenPenjualan, Edisi 3. BPFE UniversitasGadjahMada. Yoyakarta.
Eko B Supriyanto. 2012. http://finance.detik.com/read/2012/05/31 . di akses tanggal 14 Oktober 2012. Pukul 21.00 WIB




































SELESAI