Pahit manis sebuah cinta
Aku memandang hpku dengan geram. Kini, hp
bukanlah sarana penyemangat, hiburan ataupun komunikasi bagiku. Hp ini menjadi
suram bagiku. Dentingan suara telpon dan sms pun tak pernah ku hiraukan.
Percuma saja! Jika aku memandang hpku, Telfon darimu, SMS darimu ataupun Mms darimu
tidak lagi kan kudapatkan. Aku merasa benar-benar kacau. Lewat sms, kau memaki,
mencaci, membentak dan menyalahkanku. Sementara aku sendiri tidak tau dosa apa
yang telah ku perbuat padamu hingga berakibat seperti ini.
Dia
bernama Andi Raiis , dia yang mengawali segalanya. Dia yang memulai perkenalan kita. Perkenalan
yang aku lupa kapan itu terjadi. Dan entah bagaimana bisa terjadi. Aku sudah
melupakannya. Yang ku tau dan ku ingat, kau begitu menyenangkan saat itu. Kita
tertawa, bercanda dan bercerita apapun yang menarik. Penting ataupun tidak
penting. Kau selalu memiliki topik untuk dibicarakan lewat pesan dan telpon.
Kita pun saling bertukar foto. Foto masa lalu kita yang konyol dan lucu.
Foto itu
adalah foto kita saat berumur 5 tahun. Foto kita yang unyu dan imut itu sukses
membuat kita tertawa lepas di tempat masing-masing. Dan tentunya di depan hp masing-masing.
Kemudian kau mengirim gambar kucing anggora dan menyamakanku dengan gambar
menggemaskan itu. Aku tak mau kalah. Aku membalas dengan mengirimimu gambar
kelinci. Kau tidak terima dan marah-marah tak jelas padaku karena menurutnya
kelinci adalah sosok cwo yang playboy.
Semakin
lama aku merasakan ada getaran dalam relung hatiku, ikut menari riang gembira,
bergoyang-goyang, serta terbang melayang. Aku bahagia. Perhatian yang kau
berikan padaku kurasa tulus. Kau bercerita tentang cinta. Segala pendapatmu
tentang cinta kau ceritakan padaku. Dengan caramu. Caramu yang sangat menyentuh
hatiku. Caramu yang membuatku semakin terpesona oleh sosokmu.
Pada suatu
saat kita saling menceritakan pengalaman cinta kita. Cinta pertamamu begitu
indah. Kau menceritakan dengan gaya laksana sang pujangga cinta. Kau juga
bercerita tentang mantan-mantan pacarmu. Bercerita tentang kau yang pernah
menjadi ‘Kekasih Gelap’. Di dalam hati aku membayangkan kebodohanmu yang dengan
santai menjadi Selingkuhan. Betapa cerobohnya dirimu. Bagaimana jika pacar asli
dari pacarmu itu tau? Entahlah. Itu bukan urusanku. Jika kamu milikku, aku
berjanji takkan pernah menduakanmu.
Di setiap
malam harinya, kita selalu bersapa di facebook, sms, ataupun telpon. Suara
lembutmu yang mengucapkan “Good Night” berhasil menarik bibir ini hingga
mengukir sebuah senyuman manis. Walau hanya 2 kata, tapi aku tak bisa untuk
tidak mengartikan itu wujud perhatianmu padaku. Aku terlelap dalam tidurku
bersama mimpiku. Kulihat bayanganmu tersenyum manis di mimpiku. Ya Allah!
Kurasa aku mulai menyukainya dan menyayanginya.
Dan lagi
terjadi, di lain hari. Kau adalah seorang pemain bola. Aku tahu itu, karena
kita memang satu sekolah. Dan aku mencari berbagai informasi tentangmu dari
teman-teman dekatmu. Aku juga sangat menyukai sepak bola. Kita membicarakan
tentang tim favorit kita. Pemain idola kita. Kau menyukai Arsenal, sedangkan
aku menyukai Barcelona. Di hari sabtu dan minggu adalah hari latihanmu. Kau
selalu mengabariku. Apa yang sedang kau lakukan, dimana keberadaanmu, bersama
siapa dirimu saat itu. Kau mengabariku. Sesudah ataupun sebelum latihan kau mengirimiku
sms. Dan yang semakin membuatku kaget adalah, kau memanggilku ‘SAYANG’.
Aku kira
aku memang orang bodoh. Karena hubungan kita berangsur-angsur tanpa ikatan yang
jelas. Di malam minggu setelah kemenangan tim sepak bolamu yang mendapat juara
1, kau mengajakku jalan, untuk nonton di cs (cibinong squer) dan ini adalah
kali pertamaku jalan denganmu. Ah apa
ini bisa dibilang kencan? Yaaa kurasa memang begitu. Kau menghampiri langsung
di rumahku, dengan motormu tentunya. Dan tak ketinggalan kau meminta izin
kepada ayahku tersayang untuk mengajakku keluar. Betapa bahagianya diriku.
Bagaimana bisa aku hanya menganggap ini semua wajar sebagai teman. Semua kaum
perempuan pun akan merasa benar-benar dicintai saat seseorang yang disayangi
melakukan hal itu.
Aku
membonceng di belakang mu dengan perasaan campur aduk. Kau melajukan motormu
itu sangat kencang. Ah laki-laki memang modus. Itu taktik agar perempuan takut
jatuh lalu akan merangkul pinggangnya dengan erat. Mau tak mau aku merangkul
pinggangmu. Semakin kencang lajumu, semakin erat tanganku melingkari
pinggangmu. Denyut jantungku begitu kencang, darah terpompa dari bilik kiri ke
seluruh tubuh, arteri di tanganku mengalir deras, aku merasa seperti lari
maraton. Aku berharap kau bisa merasakannya.
2 hari
setelah malam itu, kau menghilang tak berjejak. Pesan sms darimu
kutunggu-tunggu juga tak kunjung datang. Aku berfikir, mungkinkah kenangan
malam itu hanya mimpi? Tidak mungkin! Aku merasakan itu semua benar-benar
nyata! Aku mencubit lenganku waktu itu, dan rasanya sakit. Ah atau… mungkinkah
malam itu adalah perayaan perpisahan kita? Oh Ya Allah… Kumohon jangaaan, Karna
aku sangat menyayanginya.
Hingga
suatu ketika kabar burung terdengar oleh telingaku. Kau memiliki kekasih baru.
Yang tak lain adalah adik kelasku sendiri. Aku mencoba meminta penjelasan
padamu, dan kau tak mengakuinya. Aku pun meminta penjelasan kepada adik kelas
ku itu tapi dia juga tidak mengakuinya. Aku mendesaknya dan akhirnya ia
mengakui itu. Bahwa dia yang merupakan adik kelasku adalah kekasih dari orang
yang selama ini aku cintai. Aku memintanya menceritakan bagaimana dia bisa
jadian denganmu. Aku tak bisa mengontrol emosiku saat itu. Aku luapkan padanya.
Sementara kau dengan santai justru membelanya dan terus-terusan menyudutkanku,
menyalahkanku, membentakku, bahkan mencaci maki diriku.
Air mataku
terus berlinang. Hati ini terasa sakit dan perih. Bagai tertusuk belati yang
panjang. Aku ingin sekali berteriak saat itu, tapi aku menyadari keberadaanku
sedang ada di sekolah. Aku khawatir orang-orang akan menyangka aku ini GILA. Ku
urungkan niatku berteriak dan terus menangis tersendu-sendu. hp yang kini
kupegang terasa menggetarkan. Lewat pesan singkat kalian berterus terang
meminta maaf kepadaku atas dosa yang kalian perbuat. Dentingan hpku berbunyi
tanpa henti. Aku tak kuasa tanpa pikir panjang, kumatikan saja hp ini. Hp yang
menyisakan luka mendalam bagiku.
Dan
setelah kejadian itu aku menjadi seorang perempuan yang rapuh, sensitif,
pemurung dan selalu mengangis.
Dan
untungnya kejadian ini dihari dimana aku mendapat pengumuman kelulusan ku dismp
yang setelah itu aku gak mungkin bisa ketemu dia lagi atau pun pacarnya karna sekarang
kita sudah lulus dan akan melanjutkan disekolah yang berbeda, aku melanjutkan
sekolah ku smk farmasi bhakti kencana sedangkan dia melanjutkan sekolahnya di
smk pgri2 citeureup.
Hari demi
hari berlalu dan sedikit demi sedikit perasaan itu pun hilang, semua berubah
normal kembali setelah aku mendapatkan sahabat- sahabat baru ku di smk yang sangat
menyenangkan dan selalu membuat ku terhibur, ketawa, melepas semua kesedihan ku yang selama ini ku
rasakan.
Setelah beberapa
bulan berlalu, tiba-tiba aku diminta untuk menjadi pagerayu di acara pernikahan
tetanggaku yang bernama teh dede, dan tepatnya ditangal 24-06-12 aku menjadi
pagerayu di acara pernikahan itu dan tiba-tiba seorang cowo tampan, dan dewasa
menghampiriku dan mengajak ku untuk berkenalan kita saling bertukeran nomor hp
yang gak aku sangka ternyata dia adalah adik dari teh dede yang tinggal di
bandung dan sekarang dia menetap disini.
Dia
bernama adrian pratama, sosok cwo yang dewa, tampan, baik, sabar, gk pernah
ketinggalan sama yang namanya ibadah, kita nyambung saat ngobrol, aku sangat
nyaman berada di samping dia, dia beda dari cwo-cwo yang pernah aku kenal. Dia
cwo yang bisa menyembuhkan luka ku di masa lalu yang sangat pahit.
Beberapa
bulan berlalu dan hari itu pun datang dimana dia menyatakan perasaan nya pada
ku di suasana yang menurutku sangat romantis dan tepatnya tanggal 28-03-2013
kita resmi pacaran dan mungkin dia adalah cwo yang di turunkan Allah untuk
menbuat ku selalu bahagia, dan mudah-mudahan dia menjadi cinta terakhirku .
Tamat