Polusi Udara dari Penggunaan Bahan Bakar Fosil
ABSTRAK
Polusi udara
adalah suatu pencemaran zat – zat kimia yang ada di udara. Polusi udara salah
satunya dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti bensin, solar, batu bara,
dan lain – lain. Jenis zat yang dihasilkannya adalah salah satunya yaitu karbon
monoksida (CO). karbon monoksida ini biasanya banyak di hasilkan dari kendaraan
bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu bensin dan solar sebagai
sumber energinya, begitu pula dengan pabrik – pabrik yang menggunakan bahan
bakar fosil tersebut. Seperti yang kita ketahui di Indonesia ini banyaknya
penggunaan kendaraan bermotor dan makin banyaknya pabrik – pabrik yang
ada di Indonesia. Dampak yang di timbulkannya pun akan semakin berbahaya. Zat –
zat yang dihasilkannya pun bermacam – macam, seperti karbon monoksida (CO). Zat
tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia. Penulisan ini bertujuan
untuk mrngetahui bahaya dari zat karbon monoksida (CO) tersebut dan juga dampak
yang dapat ditimbulkannya dari polusi udara yang di hasilkan oleh bahan bakar
fosil tersebut.
BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Polusi udara di beberapa kota besar di Indonesia telah
sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan
segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun,
jarang disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya
karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi
udara. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah
penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi
saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit
diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita
penyakit asma dan kanker paru-paru. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang
kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan
kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya
berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga, pembakaran
sampah, kebakaran hutan, dll. Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu
diwaspadai, tetapi organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa
jenis polutan yang dianggap serius.Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan
manusia, hewan,serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang
mengandung partikel hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Semuanya
di emisikan oleh kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70%
penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan
bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal.
b.
Rumusan
Masalah
1.
Apa yang
menyebabkan terjadinya polusi udara ?
2.
Apa macam –
macam polusi udara yang di hasilkan dari bahan bakar fosil ?
3.
Apa pengaruh
dari polusi udara terhadap kesehatan manusia ?
4.
Bagaimana
cara untuk menanggulangi polusi udara ?
c.
Tujuan
penulisan
1.
Mengetahui
sumber pencemaran polusi udara
2.
Macam –
macam polusi udara dari bahan bakar fosil
3.
Mengetahui
dampak yang dapat ditimbulkan dari polusi udara
4.
Mengetahui
cara menanggulangi polusi udara
BAB II
A.
LANDASAN
TEORI
Polusi merupakan masuknya mahluk hidup, zat, energi,
atau komponen lain dalam lingkungan yang menyebabakan berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia. Polusi berarti masuknya bahan pencemar
(polutan) sebagai akibat dari kegiatan manisia atau proses alam yang ditemukan
ditempat, saat, dan jumlah yang tidak selayaknya. Polusi dapat kita jumpai,
misalnya di tanah, air, udara, bahkan suara bising dari motor, mesin dll.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
B.
DATA dan
HASIL
1.
PENYEBAB
POLUSI UDARA
Pencemaran udara dibedakan menjadi pencemar primer dan
pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan
langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh
dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar
sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar
primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh
dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks,
dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari
emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan
global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer. Beberapa kegiatan
manusia yang dapat menimbulkan polusi udara adalah: Transportasi, Industri,
Pembangkit listrik, Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan
berbagai jenis bahan bakar), Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya
seperti (CFC). Sumber alami seperti : Gunung berapi, Rawa-rawa, Kebakaran
hutan, Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi. Sumber-sumber lain seperti : Transportasi,
Kebocoran tangki, Timbulan gas metana dari lahan uruk/tempat pembuangan akhir
sampah dan Uap pelarut organik.
2.
Jenis –
jenis polusi polusi udara dari bahan bakar fosil
a.
Senyawa
belerang berasal dari pembakaran batu bara
b.
Partikulat
berasal dari pembakaran serat asbes, bijih besi, dan asbes yang hancur biasanya
berbentuk asap
c.
Karbon
monoksida berasal dari pembakaran bahan bakar dan hutan serta asap kendaraan
bermotor.
d.
Klorofuoso karbon
(CFC) berasal dari kebocoran gas lemari pendingin, bahan pelarut dan pengembang
plastik busa.
e.
Nitrogen
oksida berasal dari proses pembakaran dan pembentukan asap kabut fito kimia.
f.
Hydrogen karbon
berasal mesin mobil dan penyedot udara.Pengoksida berasal dari nitrogen oksida
dan hidrokarbon dari mobil, contoh pengoksida adalah pereaksi asetit nitrat.
3.
Pengaruh
polusi udara terhadap kesehatan manusia
Zat yang tercemar ke udara akan dapat masuk ke dalam
tubuh melalui sistem pernafasan. Partikulat yang berukuran besar dapat tertahan
di saluran pernafasan bagian atas, sedangkan partikulat kecil dan gas dapat
mencapai paru – paru. Dari paru-paru, zat tersebut akan diserap oleh sistem
peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling
umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di
antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Studi ADB
memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian
prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada
tahun 1998 senilai dengan 1,8 triliun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3
triliun rupiah di tahun 2015. Dalam analisis peneliti selama 12 tahun, ditarik
kesimpulan bahwa pengaruh jangka pendek dari meningkatnya polusi, yaitu
meningkatkan gejala asma dan kemampuan fungsi paru-paru. Analisis didasarkan
dari perolehan data yang dihimpun National Institute of Allergy and
Infectious Diseases (NIAID) Inner-City Asthma Study (ICAS) menguji
861 anak anak berusia 5-12 tahun dan mengalami asma.
4.
Cara
menanggulangi polusi udara
a.
Menanam dan
merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di
rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna
untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita.
b.
Gunakan
kendaraan bermotor Anda, mobil ataupun motor, seefisien mungkin.
c.
Gunakan
transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi Anda di
rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu mengurangi
jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke angkasa.
d.
Ikutlah
komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah lingkungan seperti sepeda
akan sangat membantu untuk mengurangi polusi udara di kota, terlebih dengan
bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini bagus untuk jantung.
e.
Gunakan
kendaraan yang ramah lingkungan. Jika menggunakan mobil atau motor, sebaiknya
selalu lakukan pengecekan supaya mesin kendaraan bagus dan mengurangi polusi
udara dengan memastikan emisi pembuangan di kendaraan Anda baik.
f.
Gunakan
bahan bakar yang ramah lingkungan.
g.
Lakukan
gerakan menanam pohon dengan baik di lingkungan pinggir jalan yang berkoordinasi
dengan dinas tata kota atau Anda bisa melakukan sebuah acara khusus untuk
mewujudkan gerakan cinta kepada lingkungan.
BAB III
PEMBAHASAN
Pada
penulisan ini menjelaskan sedikit mengenai polusi udara, pengertiannya, jenis –
jenisnya, serta dampak yang di hasilkan bagi kesehatan manusia. Dengan
bertambanya kebutuhan akan transportasi serta lapangan pekerjaan seperti pabrik
– pabrik, yang mana akan bertambahnya pula penggunaan bahan bakar fosil. Dengan
bertambahnya penggunaan bahan bakar fosil tersebut, maka dampak yang di
timbulkan akan semakin bertambahnya pencemaran zat – zat yang tidak baik untuk
kesehatan manusia. Yang mana zat – zat tersebut dapat merusak tubuh manusia.
Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat
sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan
yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang
berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di dunia, dikenal 6
jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic
sources), yaitu Karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen
(NOx), partikulat, hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon. Di
Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan
bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat
menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun
terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended
particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC),
karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Kendaraan bermotor menyumbang
hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89%
hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara
Jakarta. Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga,
di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Sektor industri merupakan
sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta
konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas. Oleh karena itu haruslah
berusaha menekan ataupun mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan juga
menanam tumbuhan - tumbuhan ataupun pohon – pohon guna untuk mengurangi polusi
udara yg dihasilkan dari bahan bakar fosil tersebut.
Kesimpulan
Polusi udara
salah satunya dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti bensin, solar, batu
bara, dan lain – lain. Jenis zat yang dihasilkannya adalah salah satunya yaitu
karbon monoksida (CO). karbon monoksida ini biasanya banyak di hasilkan dari
kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu bensin dan solar
sebagai sumber energinya, begitu pula dengan pabrik – pabrik yang menggunakan
bahan bakar fosil tersebut. Seperti yang telah di jelaskan tadi, Oleh karena
itu haruslah berusaha menekan ataupun mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,
dan juga menanam tumbuhan - tumbuhan ataupun pohon – pohon guna untuk
mengurangi polusi udara yg dihasilkan dari bahan bakar fosil tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar